Berbagai Acar di Awal Tahun Baru

Diposting oleh REVIEW HERBAL DAN KOSMETIK on Kamis, 02 Januari 2014

Sebenarnya dari kemaren pengen menulis, tapi berhubung virus males selalu menyertai, akhirnya baru tertuliskan hari ini, maklumlah jiwa penulisnya belum menjadi HABIT, maka harus dibiasakan dari sekarang agar menulis jadi HABIT ku sehari-hari.

okedeh aku tuliskan yang aku inget sakkajalah yaa, namanya juga baru belajar menulis jadi apa yang ada diotakku itulah yang aku tulis. Cekidot kawan!!!

Akhir tahun baru kemaren di sore itu aku dapat telpon dari bapaku, katanya doi dapat undangan dari Cipayung yang akan mengadakan maulidan dan syukuran pengukuhan Masjid Nurul Iman, padahalkan masih bulan syafar tapi udah maulidan, kreatif bener dechhh :), akhirnya aku pulang lebih awal dari basecame (tempat aku berkarya). 

Malamnya kan bertepatan dengan malam tahun baru, jadinya jalanan rame banget, kegiatannya lebih positiflah dibanding merayakan tahun baru yang jelas-jelas merupakan bagian dari budaya kufur. 
Sebelumnya penulis gak tahu acara maulidnya seperti apa, ternyata setelah dateng ke tempatnya acaranya dikemas seperti ROMA (Rotib Maulid) yang pernah penulis ikuti, meriah juga acaranya karna sang kiyai membawakan ceramah nya dengan luar biasa, selain pengetahuannya yang luas kiyai tersebut mengemasnya dengan humor, jadi meskipun acaranya sampe larut malam (jam 12 lewat), jemaah tetap semangat dan antusias yang diiringi gelak tawa dari para jemaah, karna humornya sang kiayi sangat mengocok perut :D

Kiyai itu adalah KH. Asep Mubarok, beliau adalah kiyai asal cikampek yang sudah malang melintang dalam dunia dakwah di daerah kami, beliau terkenal humoris serta pengetahuan yang luas dan dibalut dengan suara yang merdu, beliau sering membacakan ayat Al Quran dengan indah sehingga menmbuat jemaah terhenyuh, juga beliau pandai bernyanyi dengan menirukan gaya bung roma, hingga membuat jemaah sumringah dan tertawa terpingakal-pingkal.

Beliau sangat tegas terhadap budaya kufur, sehingga ketika terdengar suara terompet dan ledakan petasan yang pertanda telah terjadi pergantian tahun, sontak beliau langsung menghardik orang-orang muslim yang dengan kebodohannya merayakan tahun baru, karena memang mayoritas yang merayakan tahun baru adalah orang muslim, dikabarkan dijakarta saja telah disediakan 12 panggung hiburan besar yang disediakan pemerintah jakarta hanya untuk melaksanakan kemaksiatan. pemerintah seolah rela menguras kocek yang cukup besar hanya demi pencitraan dan menggiring masyarat kedalam jurang kenistaan, sungguh penerapan sistem kapitalis dinegeri ini sangat merusak sekali, bisa dibayangkan anggaran yang dikeluarkan untuk kemaksiatan sangat banyak sekali dibanding dengan anggaran untuk mensejahtrakan rakyatnya, dalam perayaan tahun baru sungguh penuh kemaksiatan, gaya hidup hedonisme atau berhura-hura menghambur-hamburkan uang, untuk membeli petasan saja mungkin menghabiskan puluhan juta bahkan bisa lebih dari itu, terjadinya ikhtilat dalam perayaan itu, banyak orang yang pesta miras, narkoba hingga sex bebas, terbukti dengan meningkatnya penjualan KONDOM dimalam tahun baru menandakan bahwa malam itu adalah malam pelampiasan hawa nafsu manusia, nauzubillahi minjalik.

Sungguh kehancuran negeri ini tinggal menunggu waktu


{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar